Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo secara resmi menggelar agenda Pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Mahasantri (DEMA) sekaligus Serah Terima Jabatan (Sertijab) untuk kepengurusan periode 2026–2027 pada Jumat 17 September 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Ma’had Aly tersebut dihadiri oleh jajaran mutakhorijin serta seluruh mahasantri yang memadati lokasi
dengan penuh antusias.
Suasana khidmat mewarnai dimulainya acara yang dipandu oleh pembawa acara atau Mc tepat
pada pukul 16.53 WIB. Agenda diawali dengan menyanyikan lagu Idonesia Raya dan Mars An-
Nur, kemudian pembacaan Surat Keputusan (SK) penetapan pasangan Ketua dan Wakil Ketua DEMA terpilih oleh Ust. Bisri Fanani, S.Fu. Usai pembacaan SK, acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan secara simbolis yang didampingi langsung oleh Ust. Farishqi Adhi Guna, S.Fu.
Sambutan mewakili Dewan Eksekutif Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Ust. Farishqi Adhi Guna, S.Fu. yang seharusnya dihadiri oleh Ust Miftahul Ansor tapi beliau tidak bisa mengikuti acara karena ada urusan lain. Ust farishki memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas terpilihnya pimpinan anyar DEMA.
Beliau menekankan pentingnya khidmat dalam menjalankan amanah organisasi. “Semoga segala bentuk khidmat dan dedikasi para pengurus DEMA dicatat sebagai amal kebaikan dan dibalas
dengan berkah yang berlimpah,” ujar Ust. Farishqi.
Beliau juga menyelipkan pesan kepada kepengurusan baru agar senantiasa menjalankan tugas-tugas harian secara maksimal, amanah, serta selalu menjaga nama baik dan marwah Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo dalam setiap kegiatan seperti.
Sementara itu, Ketua DEMA periode 2025–2026, Ashrof Zain, menyampaikan ucapan selamat kepada duet pimpinan DEMA yang baru. Dalam pidato perpisahannya, Ashrof menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas di internal kepengurusan. Ia mengingatkan agar para pengurus baru
senantiasa memelihara komunikasi yang efektif demi mengantisipasi terjadinya ketidaksamaan persepsi (misscommunication) yang berpotensi menghambat pelaksanaan program kerja.
Lebih lanjut, Ashrof turut mengimbau seluruh mahasantri untuk berperan aktif dan menyukseskan setiap agenda yang digagas oleh DEMA. Menurutnya, DEMA merupakan wadah organisasi kemahasantriaan yang membutuhkan dukungan penuh dari seluruh elemen mahasantri. Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan DEMA sangat terbuka terhadap masukan konstruktif. Mahasantri diimbau untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi, saran, maupun kritik melalui fasilitas kotak saran yang telah disediakan untuk perbaikan organisasi ke depan.
Begitu pula Ketua DEMA terpilih periode 2026–2027, Farid Fatahial, dalam sambutan perdananya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan serta dukungan yang dilimpahkan kepadanya. Farid menegaskan untuk membawa DEMA menjadi organisasi yang lebih inklusif dan responsif.
“DEMA bukan sekadar lembaga pembuat dan pelaksana program kerja semata, melainkan juga wadah dan fasilitas utama dalam menyerap, mengawal, serta memperjuangkan setiap aspirasi maupun usulan dari seluruh mahasantri,” tegas Farid di hadapan peserta yang hadir.
Seluruh rangkaian acara pemilihan dan serah terima jabatan kepengurusan DEMA Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo ini berjalan lancar dan penuh kekeluargaan. Tepat pada pukul 18.30 WIB, acara resmi ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Maqdum, yang menjadi tanda dimulainya babak baru kepengurusan DEMA periode 2026–2027.
Penulis: Ilham zayyinul Abidin





