Mahad Aly An-Nur II Malang Memberangkatkan 23 Mahasantri dalam Pelaksanaan Misi Dakwah Thullabiyah.

Selasa, 17 Februari 2026 Mahad Aly An-Nur II “Al-Murtadlo” Malang bertempat di Masjid An-Nur II melaksanakan acara Pemberangkatan dan Pembekalan MDT (Misi Dakwah Thullabiyah). Sebanyak 23 mahasiswa tingkat akhir dilepas secara resmi untuk menjalankan pengabdian selama 17 hari ke depan.

Acara ini dihadiri oleh Kiai Zainuddin Badruddin, M.M, Kiai Samsul Arifin, M.Pd.I., Ust. Kholili Misbakhuddin, M.Pd.I., Ust. Fatoni Akbar Tsani, Bsc., para mutakharijin, serta para maha santri Mahad Aly.

Acara dimulai pada pukul 10. 45 WIB yang dibuka oleh MC dengan pembukaan, pembacaan surah Al-Fatihah, dan runtutan acara. Sambutan pertama disampaikan oleh Ust. Kholili.

“Pengabdiannya tidak hanya belajar, harus betul-betul di sana,” ujar Ust. Kholili. ini adalah momen bagi para maha santri semester akhir untuk belajar mengabdi dengan sungguh sungguh. “Pesan kami, belajarlah untuk ‘membaca’ situasi dan kebutuhan masyarakat di sana,” tambahnya.

Beliau  juga menjelaskan adanya perubahan masa pengabdian yang berawal dari 10 hari menjadi 17 hari karena adanya permintaan masyarakat. Masa dakwah diperpanjang hingga malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan.

Dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kiai Zainuddin. “Saya teringat daripada Rasulullah saw., ketika memberangkatkan Muadz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy’ari, Pesan Nabi:  

تسرا ولاتعسرا. بشرا ولاتنفرا

Artinya : “Gampangkan jangan mempersulit! Berilah kabar gembira jangan membuat orang lain menjauh!”

Kiai Zainuddin menekankan bahwa senjata utama dalam berdakwah bukanlah kedalaman ilmu semata, melainkan akhlak yang baik. Beliau mengingatkan agar para mahasiswa mengedepankan musyawarah dan tutur kata yang santun (ngomong seng sae). “Sebagus apapun ilmu kita, jika tidak dibarengi akhlak, akan sulit diterima masyarakat,” tutur beliau.

“Tahun ini, MDT diharapkan menjadi jawaban atas permintaan masyarakat di daerah Bululawang yang mengharapkan kontribusi nyata dari An-Nur II,” tambah beliau.

Rangkaian acara diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kiai Syamsul Arifin guna memohon kelancaran dan keberkahan bagi para peserta. Tepat pukul 11.14 WIB, acara ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta dan para tamu undangan. Kedua puluh tiga mahasiswa ini diharapkan mampu membawa misi perubahan positif dan menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas suci di tengah masyarakat.

(Ilham Zayyinu Abidin/mahasantri semester 4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *