Ma’had Aly An-Nur II Gelar Sidang Tugas Akhir

Suasana tegang menyelimuti Gedung Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo pada Selasa, 2 juni 2026 Sejak pukul 08.15 WIB, para mahasantri semester delapan sedang bersiap mengikuti ujian penting penentuan hasil belajar mereka selama empat tahun di Ma’had Aly yaitu Sidang Tugas Akhir.

Rangkaian acara diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ust. Maqdum. Dalam apelnya, beliau memberikan arahan mengenai prosedur-prosedur teknis jalannya sidang agar berjalan lancar.

Tempat Sidang Tugas Akhir

Seperti biasa, sidang kali ini dilaksanakan secara terpisah di empat ruangan berbeda. Setiap ruangan diisi oleh jajaran dewan penguji yang ahli di bidangnya masing-masing untuk menguliti karya tulis para mahasantri.

Berikut adalah rincian sebaran ruang sidang beserta dewan penguji:

  • Ruang 1 (Perpustakaan Ma’had Aly): Diuji oleh Kiai Nidhom dan Ust.Hilmi.
  • Ruang 2 (Kamar A Lantai 2 Ruang Utara): Diuji oleh Ust. Sobari dan Ust. Fatoni.
  • Ruang 3 (Kamar A Lantai 3 Ruang Utara): Diuji oleh Ust. Syafril dan Ust. Rofiq.
  • Ruang 4 (Perpustakaan Ndalem Gus Helmi): Diuji oleh Gus Helmi dan Ust. Muhib.

Sebanyak 17 mahasantri, di antaranya A. Ghofar Wijayanto, Khubi Anwar Maulana, Imam Ahmad Ubaidillah, hingga M Sulthon Auliya’.

Perasaan Setelah Sidang Tugas Akhir

Wajah-wajah tegang mereka tampak ketika menunggu antrian nama mereka dipanggil, begitupun Johan Ahmad Fauzan. Mahasantri yang menyelesaikan tugas akhir berupa tahkik. johan membagikan pengalamannya saat diuji dengan Kiai Nidhom dan Ust. Hilmi di Ruang satu.

“Perasaannya campur aduk, antara suka dan sedih. Sukanya karena satu beban besar akhirnya telah hilang, tapi sedihnya masih banya beban-beban yang lain.” ungkap Johan sembil teriak.

Saat ditanya apakah ada  pertanyaan penguji yang gagal dia jawab, “bukan pertanyaan yang dilontarkan tetapi para penguji memberikan beberapa arahan untuk meng-crosscheck ulang keaslian manuskripnya.” jawabnya.

Sidang Tugas Akhir ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa Ma’had Aly An-Nur II terus konsisten mencetak kader ulama yang tidak terjun dalam keilmuan saja melainkan didalam dunia literasi.

Penulis : Ilham Zayyinul Abidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *