Bedah Fikih Industri: Ma’had Aly An-Nur II dan Ma’had Aly Sunan Drajat Pererat Relasi Melalui Forum Akademik      

Kamis pagi, 4 Juni 2026, Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo kedatangan tamu dari Ma’had Aly  Sunan Drajat yang terletak di Paciran Lamongan. Sambutan hangat diberikan oleh ketua DEMA tahun 2025/2026 dan mantan ketua DEMA tahun 2024/2025 saat kali pertama mereka tiba di lokasi Pondok Pesantren An-Nur II. 

Kemudian para tamu diajak berziarah terlebih dahulu ke Raudlah KH. Muhammad Badruddin Anwar untuk melaksanakan pembacaan tahlil. Acara kali ini bertempat di Aula Kantor lantai 3. Kegiatan dibuka oleh Ma’ruf Awaludin mahasantri Ma’had Aly An-Nur II sebagai MC dilanjutkan dengan penayangan video profil Ma’had Aly An-nur II.

Sambutan dari pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II diwakili oleh Agus Helmi Nawali, S.S., M.Ag. “Kegiatan seperti ini bukan berarti yang berkunjung pengalamannya lebih sedikit daripada yang dikunjungi,” ujar beliau. Beliau juga mengatakan bahwasannya hal ini juga sudah dibudayakan oleh para kyai terdahulu dengan sebutan تبادل العلم atau studi banding.

Sambutan selanjutnya dari Mudhir Ma’had Aly Pondok Pesantren Sunan Drajat oleh Dr. H. R. Zainul Mushthofa, M.H.I. “Tujuan kami berkunjung itu karena kita punya kemiripan jurusan yakni fiqh wa ushuluhu. Tujuan kedua kami itu untuk belajar.”

Kegiatan dilanjutkan dengan seminar dengan judul Representasi Qowaidul Ushuliyyah dalam Fiqh Industri yang dimoderatori oleh Ustadz. Muhtaddin Rahayu S.Ag dan Kiai Nidhom Subkhi sebagai pemateri dengan harapan beliau semoga semuanya bisa memahaminya. Beliau menjelaskan skema fikih industri yang ada di Ma’had Aly An-Nur II. Kemudian disusul sesi tanya jawab setelah seminar.

Salah satu mahasantri menanyakan, “Sebenarnya kenapa kok kita mempelajari hal ini? Kalau pada realitanya tidak seperti yang kita pelajari?” Beliau menjawab, “Yang penting kita tahu tentang ilmunya, itu saja dulu. Setidaknya yang kita pelajari akan mempola mindset kita yang dimana akan tidak secara sengaja kita gunakan untuk menyelesaikan masalah.”

“Semoga apa yang saya sampaikan bisa jadi sangu panjenengan sedoyo.” Harap beliau saat akan menutup seminar.

Pemberian cindera mata kepada Ma’had Aly Sunan Drajat yang diwakili Kiai Zainul Mushthofa; oleh Agus Helmi Nawali mewakili Ma’had aly An-Nur II. ataupun pemberian cindera mata Ma’had Aly Sunan Drajat oleh Kiai Zainul Mushthofa; kepada Kiai Nidhom Subkhi sebagai perwakilan Ma’had Aly PP An-Nur II.

Setelah itu penandatanganan MoU oleh Kiai Nidhom Subkhi sebagai perwakilan dari Ma’had Aly An-Nur II dan Kiai Zainul Mushthofa sebagai perwakilan dari Ma’had Aly Sunan Drajat. Dilanjutkan dengan foto bersama dan sharing session antar mahasantri dan antar dosen Ma’had Aly Sunan Drajat dengan Ma’had Aly An-Nur II sebagai penutup.

Penulis: Ahmad Hasani

Editor: Riki Mahendra Nur Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *