Seminar Internasional Daurah dan Tahqiq Turats: Mencetak Kader Muhaqqiq Nusantara

seminar pagi

Bertempat di Aula Kantor lantai tiga, Pembukaan Seminar Internasional Daurah dan Tahqiq Turats sukses terlaksana pada Kamis pagi, 9 Juli 2026. Jalannya pembukaan acara dipandu oleh Ustaz Ma’ruf Awaludin selaku Master of Ceremony (MC).

Seminar ini dihadiri oleh seluruh mahasantri, asatiz, serta sejumlah peserta dari luar instansi.

“Ma’had Aly An-Nur II mengadakan seminar ini karena kita punya goal untuk membangun LTN (Lajnah Ta’lif wa An-Nasyr) sendiri. Sudah seharusnya bagi kita, pesantren yang besar, memiliki LTN sendiri, serta untuk membangun kader-kader muhaqqiq yang menulis dengan jitu. Selain itu, untuk memperbaiki karya-karya tulis yang dihasilkan teman-teman santri, sehingga bisa menghasilkan karya yang otentik,” ujar Ustaz Nurul Islam, S.Ag., M.Pd. selaku ketua pelaksana acara.

Ustaz Fathoni Akbar Tsani, B.Sc., M.Pd., selaku dosen Fikih yang mewakili Majlis Keluarga Ndalem An-Nur II turut memberikan sambutan hangat. “Semoga kita bisa mengambil faedah dari acara ini mulai hari ini sampai besok,” harap beliau di akhir sambutannya.

Memasuki acara inti, KH. Nanal Ainul Fauz memberikan mukaddimah sekaligus pengenalan profil singkat mengenai pemateri Tahqiq Turats. “Beliau, Syekh Abul Musthofa, merupakan salah satu muhaqqiq dari Darul Minhaj,” tutur Kiai Nanal.

Kegiatan ini rencananya berlangsung dalam lima sesi yang terbagi sejak hari ini hingga besok, 10 Juli 2026. Sesi pertama langsung diisi oleh Syekh Abul Musthofa yang memaparkan materi dasar mengenai Tahqiq Turats, dilanjutkan dengan praktik bersama para peserta.

“Praktik tahqiq sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi. Hal ini dibuktikan dengan para sahabat yang saling memastikan hadis—bahkan huruf per hurufnya—kepada sahabat yang lainnya,” jelas Syekh Abul Musthofa saat mengulas sejarah tahqiq. Di sela-sela acara, dilakukan pula penyerahan cinderamata kepada beliau oleh Gus H. Ahmad Ibrahim Zainul Akbar, S.E.

Kebanggaan, Misi Penting, dan Impian Baru

Para peserta tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bagi mereka, kesempatan belajar langsung dari pakarnya mendatangkan kebanggaan tersendiri, terlebih dengan hadirnya muhaqqiq kaliber internasional.

Kesan mendalam ini salah satunya dirasakan oleh Ustaz Muhammad Ahsani Taqwim Abdul Jalal, S.Fu., salah seorang peserta seminar. “Ini merupakan sebuah kebanggaan betul buat kita yang masih dalam proses merintis tim tahqiq sendiri, tapi sudah didatangi oleh muhaqqiq internasional dari Darul Minhaj. Dengan adanya seminar seperti ini, kami jadi sangat terbantu dan tidak raba-raba (abu-abu) lagi karena materi yang beliau berikan sangat jelas,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa poin penting yang bisa dipetik dari pemateri sebagai visi utama adalah tujuan tahqiq itu sendiri, yaitu untuk melestarikan khazanah pengetahuan Islam yang sempat tidak terdokumentasikan dengan baik.

Melalui momentum ini, ia berharap Ma’had Aly An-Nur II bisa segera membentuk tim tahqiq mandiri. Ia juga berharap agar gerakan ini tidak berhenti di forum seminar saja, melainkan berlanjut pada proyek-proyek nyata ke depannya.

Penulis: Ahmad Hasani

Editor: Ilham Zayyinul Abidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *