Menjaga Kesehatan ala Nabi

KAMPUS POJOK – Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal penting yang harus orang muslim lakukan. Hal ini selaras dengan maqolah para ahli hikmah: 

“العقل السليم في الجسم السالم”

Akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat.

Terutama bagi para santri. Ketika kesehatan mereka terganggu, aktivitas mengaji mereka pasti akan terganggu. Apalagi makna huruf nun dari kata “santri” ketika berbahasa Arab adalah naibul ulama (penerus ulama). Maka akan lucu ketika santri yang notabene nya sebagai penerus ulama tidak bisa maksimal dalam mengambil peran sebab sakit-sakitan. 

Sebagai muslim yang taat, sudah pasti ingin hidup sesuai dengan ajaran nabinya. Sedetail apa pun itu. Dan beruntungnya, kita memiliki nabi yang memberi ajaran kepada umatnya dengan detail pula. Tak terkecuali dalam menjaga kesehatan tubuh. Berikut adalah cara menjaga kesehatan ala Nabi, mari kita simak!

Tip Menjaga Kesehatan ala Nabi

Dewasa ini mencari segala informasi sudah menjadi hal yang sangat mudah. Terlebih  sekadar informasi mengenai menjaga kesehatan tubuh. Kita bisa menemukannya dengan lengkap baik secara artikel maupun video. Namun, sangat disayangkan bukan, ketika kita berkesempatan menjaga kesehatan sekaligus mendapat  pahala karena mengikuti sunah Nabi tidak bisa kita raih sebab tidak mengetahui sunah beliau.

Salah satu cara yang nabi lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh adalah mengatur pola makan. Nabi bersabda, 

“وعن المِقْدَامِ بن مَعْدِ يْكَرِبَ قال: سَمِعْتُ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – يقولُ: “ما ملأَ آدميٌّ وِعَاءً شرًّا مِن بَطْنٍ، بحَسْبِ ابن آدَم أُكُلاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فإنْ كانَ لا مَحالةَ، فثُلُثٌ طَعامٌ، وثُلُثٌ شرَابٌ، وثُلُثٌ لِنَفَسِهِ”

Miqdam bin Ma’dikariba mengatakan: saya mendengar Rasulullah bersabda “Tidaklah manusia mengisi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Bila tidak memungkinkan, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum sepertiga untuk udara”.

Dengan menjaga pola makan, kita juga menjaga kesehatan kita. Dalam hal ini Imam Al-Ghazali menjelaskan,

“الفائدة الثامنة يستفيد من قلة الأكل صحة البدن ودفع الأمراض فإن سببها كثرة الأكل وحصول فضلة الأخلاط في المعدة والعروق”

“Faedah kedelapan dari mengurangi porsi makan adalah membuat badan menjadi sehat dan mencegah datangnya penyakit. Karena sebab datangnya penyakit adalah banyaknya makan dan kotoran yang bercampur di lambung dan pembuluh darah”

Selain menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan, nabi Muhammad juga menjaga kesehatan dengan berolahraga. Argumen yang menyatakan bahwa Nabi gemar berolahraga didukung dengan banyaknya riwayat (meskipun lemah) yang menjelaskan bahwa Nabi memiliki postur tubuh yang kekar. Dan postur tubuh kekar hanya bisa terwujud dengan gemar berolahraga.

Adapun olahraga yang langsung Rasulullah anjurkan ialah berenang dan memanah. Beliau bersabda,

“عَلِّمُوا أَبْنَاءَكُمُ ‌السِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ، وَالْمَرْأَةَ الْمِغْزَلَ”

“Ajarilah anak-anakmu berenang dan memanah, dan anak perempuanmu alat pintal”

Bukti Ilmiah Anjuran Rasulullah

Sesuai dengan ajaran nabi, ketika kita tidak bisa mencukupkan makan dengan makanan yang bisa menegakkan tulang punggung, maka sepertiga lambung kita isi untuk makanan, sepertiga untuk minuman, sepertiga untuk udara. Sebenarnya, apa sih khasiat dari anjuran Nabi tersebut?

Tahun 2006, Christiaan leeuwenburgh dari Institute of Aging Universitas Florida mengemukakan bahwa hanya dengan mengurangi 8% dari porsi makan yang membuat kenyang dapat menjaga rusaknya organ sebab penuaan.

Kalluri Subbarao penyandang ahli biologi molekuler menyatakan bahwa makan dengan porsi sedikit bisa saja membantu tubuh agar lebih fokus dalam membenahi diri sendiri. Sehingga kerja tubuh dalam memperbaiki DNA dan meregenerasi sel-sel yang rusak bisa lebih optimal.

Selain mengatur pola makan sesuai anjuran Nabi, ternyata dalam olahraga berenang dan memanah juga memiliki banyak khasiat. Beberapa khasiat dari olahraga berenang dan memanah adalah: jantung lebih sehat, memperkuat kerja paru-paru, tulang lebih sehat, membuat diri lebih fokus dan melatih tubuh bagian atas.

Hemat penulis, kesehatan adalah salah satu hal yang harus kita jaga. Karena, dengan menjaga kesehatan kita bisa konsisten dan fokus dalam beribadah kepada sang pencipta, Dan dengan mengikuti ajaran Nabi, kita bisa menjaga kesehatan sekaligus mendapat pahala.

Redaktur: M. Naufal Nadjib S. H.
Penyunting: M. Ihsan Khoironi

Tulisan Lainnya