Mempersiapkan masa depan setelah lulus dari pondok pesantren sering kali memicu banyak pertanyaan bagi para santri. Untuk menjawab kegelisahan tersebut, sebuah acara dialog pendidikan bertema “Mengenal Jenjang Studi dan Peluang Pasca-Kuliah” yang digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh para santri kelas 3 SMA Al-Badar yang antusias menyimak jalannya diskusi.
Acara dimulai pada pukul 19.44 WIB dengan pemutaran film berjudul Gerah, sebuah karya kreatif hasil produksi para mahasantri Ma’had Aly. Setelah pemutaran film, suasana semakin hangat saat Riyadul Al-jannah maha santri semester 3 sebagai host mulai membuka sesi dialog bersama pemateri pada pukul 19.51WIB.
Acara ini menghadirkan dua pemateri yang merupakan alumni Ma’had Aly An-Nur II. Keduanya membagikan pengalaman nyata mereka mengenai dunia luar pondok pesantren:
- Ustadz Lukman Chamid: Saat ini aktif sebagai Asisten Dosen Usul Fiqih dan Fiqih Industri, pengajar ekstrakurikuler film di Nurul Huda, serta memiliki berbagai prestasi di dunia perfilman.
- Ustadz Iqbal Imami: Seorang sastrawan dan mantan pemain film di Ma’had Aly yang kini sukses meniti karier sebagai Manajer Sales dan Marketing di Perusahaan Athena Tagaya.
Menjawab Kegelisahan Santri: Dari Rasa Bosan hingga Dunia Kerja
Dalam sesi tanya jawab, kedua pemateri membahas tiga poin penting yang sering menjadi kegelisahan para santri saat ini:
- Mengatasi Rasa bosan dan Stuck di pesantren
Banyak Santri yang merasa hari-harinya di pondok begitu-begitu saja hingga memicu rasa bosan. Menanggapi hal ini, Ustadz Lukman memberikan tips agar santri pandai memodifikasi aktivitasnya.
“Biar otak tidak jenuh, cobalah belajar hal baru,” ucap Ustadz lukman. Juga “Otak kita terasa stuck karena cuma mengikuti alur yang itu-itu saja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana cara menambah ilmu yang lebih banyak dari hari kemarin,” tutur Ustadz Iqbal.
- Jangan Silau dan fomo dengan Dunia Luar
Ustadz Lukman mengingatkan bahwa santri punya identitas yang autentik yang membedakan mereka dengan orang luar, jadi tidak perlu merasa minder atau fomo (takut ketinggalan tren).
Iqbal Imami menambahkan bahwa modal utama santri di dunia kerja adalah nilai konsistensi. Selain itu, kebiasaan santri dalam berdiskusi untuk memecahkan masalah merupakan kemampuan yang sangat dicari di industri kerja saat ini.
- Bukti Ilmu Pesantren Sangat Berguna di Luar Pondok
Ketika ditanya apakah ilmu agama akan terpakai di luar pesantren, kedua pemateri memberikan contoh yang unik. Ustadz Lukman menceritakan pengalamannya membedah sebuah film dengan menggunakan sudut pandang ilmu fiqih. Sementara itu, Ustadz Iqbal imami menekankan bahwa didikan pesantren membuat seseorang lebih matang dalam berpikir, terbiasa membedah masalah, dan cepat menemukan solusinya.
Melalui dialog ini, diharapkan para santri kelas 3 SMA Al-Badar tidak lagi ragu menghadapi dunia perkuliahan maupun dunia kerja, karena bekal ilmu dari pesantren terbukti sangat fleksibel dan dibutuhkan di berbagai bidang.
Nama Penulis: Ilham Zayyinul Abidin
Editor: Riki Mahendara Nur Cahyo




