Ma'had Aly An-Nur II Malang

  • Tafsir

    Tanda Kebesaran Tuhan

    بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِالٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ “Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Alif Lam Ra. Inilah Al-Qur’an yang mengandung hikmah.” (Q.S Al-Yunus: 1-2). Kandungan Ayat Al-Qur’an             Al-Qur’an sebagai kalam Tuhan, memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia. Nabi Muhammad SAW, dalam hal ini adalah perantara Tuhan, mencoba menyampaikan kandungan isi Al-Qur’an. Sehingga,…

  • Khazanah

    Catatan Fikih Tentang Masa Kecil Nabi (I)

    Saat itu, Makkah adalah urat nadinya Hijaz. Sebagai daerah yang dilalui jalur dagang internasional, Makkah adalah ladang basah bagi penduduk sekitar dan para turis yang ingin menjajakan barangnya di situ. Di sisi lain, Makkah adalah kota sakral bagi setidaknya kepercayaan kuno Pra Islam. Di antara kepercayaan tersebut adalah hanif, kepercayaan kuno warisan Nabi Ibrahim. Inilah setidaknya alasan mendasar mengapa Nabi…

  • Ushul Fiqh

    Mengenal Lebih Dekat Ushul Fiqh

    Dari segi sejarahnya, ilmu ushul fiqh lahir dan berkembang dalam proses penelusuran dan pencarian pengetahuan untuk membangun preskripsi hukum. Sebagai sebuah disiplin ilmu pengetahuan yang mempunyai prosedur dan langkah-langkah tertentu, ushul fiqh bisa dikategorikan sebagai salah satu disiplin ilmu yang rumit dan membuat tidak terlalu banyak peminatnya.             Selain bisa dikategorikan rumit, penyebab minimnya peminat ushul fiqh ialah tidak adanya…

  • Fikrah

    Barangkali Ledakan Gagal Menjadi Kejutan

    Mentari tinggal terik bara tanpa janji. Kota tumbuh, kian asing, kian tak peduli dan kita tersisih di dunia yang ngeri,dan tak terpahami ini. Silampukau ̶ Balada Harian Baik. Mari kita merenung. Merelai kecemasan kita yang selama ini berpendar-pendar di benak. Sambil menebak-nebak apakah kita telah sukses berupaya menjadi rakyat yang patuh dan rajin mengamalkan peraturan? Atau hanya menjadi rakyat yang…

  • Qawaid Fikih

    3?, 4?, 3!

    (Kaidah Kedua) Seorang manusia memang tidak lepas dari yang namanya lupa. Dalam bahasa Arab, manusia diartikan sebagai insan pun mengakar kuat dengan kata nisyan yang berarti lupa. Maka tak heran tak bisa harus selalu disalahkan jika ada seseorang lupa mengerjakan sesuatu, atau lupa akan titipan yang kita berikan kepadanya. Lantas mesti mereka yang lupa akan berkata : “Namanya juga manusia”.…