Ma'had Aly An-Nur II Malang

Belantik harus tahu ini!
Bagikan
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

               Sehari-hari orang yang berprofesi sebagai belantik atau yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang menjual hewan ternak, akan berusaha mencari keuntungan. keuntungan dari profesi ini akan melonjak tinggi ketika banyak hewan ternak yang terjual. Dengan begitu, belantik akan berusaha dengan berbagai macam daya agar stok hewan yang dia miliki berkuantitas, dan diharapkan  penjualannya pun akan laku keras.

                Upaya untuk memperbanyak stok acap kali tanpa memperhatikan aturan-aturan syariat. Karena seorang belantik sejak kecil diajari bagaimana memahami perputaran uang dari penjualannya, tanpa diajari cara memahami isi syariat yang saking luasnya hingga membahas perasaan hati dari hewan yang jual. Perlu ditekankan hewan juga punya perasaan, dan itu sudah diatur oleh syariat. Betapa kasih sayangnya agama ini kepada seluruh alam.

                Orang yang melihat seorang bayi terpaksa dipisahkan dari ibunya pasti akan merasa terharu. Apalagi perasaan bayi dan ibu yang mengalami perpisahan tersebut. Ibu yang semestinya bersama anaknya menemani menuju masa kedewasaan, ia harus berpisah dan yang terkobankan adalah anaknya yang tidak memiliki sosok sebagai panutan dan pembimbing hidupnya.

                Hal ini juga berlaku bagi hewan dan anaknya. Seorang bayi membutuhkan ibu sebagai madrasatul ula, sedangkan hewan membutuhkan induknya sebagai pemberi susu atau ngopeni istilah Jawanya. Dia yang masih kecil tentu belum bisa makan rerumputan yang kasar, sehingga kehidupannya hanya bisa disambung bila meminum susu dari induknya.

                Dalam ilmu fikih, dibahas pula tentang keharaman memisahkan budak perempuan dengan anaknya karena alasan tidak manusiawi. Juga dihukumi haram memisahkan antara anak hewan dengan induknya dengan alasan tidak hewani. Fikih memperbolehkan pemisahan terjadi saat dirasa anak hewan ini sudah mampu untuk mecari makan sendiri dan tidak kesulitan untuk melahapnya. Betapa luasnya pembahasan ilmu ini.

                Memang kalau belantik memperhatikan aturan ini, akan kesulitan untuk mencari stok karena banyak hewan yang hendak ia jual masih memiliki anak yang perlu untuk disusui. Tapi apa yang lebih dipentingkan keuntungan atau perasaan hewan yang harus dijaga. Bahkan salah seorang ulama yang digadang-gadang menjadi salah satu dari mujtahid mutlak. Imam As-Subki membuat sebuah makalah khusus yang membahas ihwal anak hewan dengan induknya. Salah satu pendapatnya mengatakan bahwa seorang hewan tidak boleh disembelih ketika anaknya masih ada.

                Ulama memberikan contoh untuk menjaga perasaan hewan, seorang belantik malah hanya menjaga perasaan istrinya agar tidak bingung saat memberi uang belanja, hiks.

Penulis: Muhtaddin Rahayu

Penyunting: Syachrizal Nur R.S

Nilai Kami
5/5

Komentar