Ma'had Aly An-Nur II Malang

Lingkungan Sebagai Solusi Dipandang Baik
Bagikan
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

Sifat dasar manusia itu memang selalu ingin dipandang baik oleh orang lain. Di buktikan dengan adanya perilaku seseorang yang sering kita jumpai, terlihat baik ketika berada di depan banyak orang, akan tetapi ketika sedikit orang sifat busuknya mulai keluar, dan tidak jarang kita menemui peristiwa seperti ini.

Budi pekerti luhur yang biasanya kita kenal sebagai perilaku baik sangatlah berpengaruh terhadap Kesehatan mental manusia, buktinya banyak orang yang merasa tidak senang ketika mereka dipandang sebagai pribadi yang buruk perangainya, yang menyebabkan rasa tidak senang mereka, itu mereka lampiaskan terhadap sesuatu yang buruk. Mereka tidak terima dengan kritik atau pandangan mereka, karena mereka selalu merasa sudah melakukan hal yang terbaik menurut mereka. Sehingga, rasa tidak senang mereka itu mereka lampiaskan terhadap sesuatu yang buruk dan bahkan tanpa mereka sadari, mereka malah memperkeruh pandangan orang lain terhadapnya.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, kami akan memaparkan salah satu metode atau cara agar kita dapat berbudi pekerti luhur dan pastinya akan dipandang baik oleh orang lain. Namun, sebelum itu, perlu di ketahui bahwa ada dua faktor yang sangat berpengaruh dalam perubahan sikap seseorang. Dua faktor tersebut adalah lingkungan dan diri sendiri. Dan kali ini kita akan lebih fokus pada faktor pertama, yakni faktor lingkungan, tentang seperti apa lingkungan yang bisa menjadikan kita dipandang sebagai pribadi yang memiliki budi pekerti luhur, serta apa pengaruh yang kita peroleh dengan berada di lingkungan tersebut.

Syekh Az-Zarnuji, pengarang kitab Ta’limul Muta’allim, dalam syairnya berkata :
عَنِ ‌الْمَرْءِ ‌لَا ‌تَسْألْ وَسَلْ عَن قَرِيْنِهِ … فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْمُقَارِنِ يَقْتَدِي
“Ketika engkau ingin mengetahui tingkah laku seseorang, maka janganlah engkau tanyakan langsung kepadanya. Cukup engkau lihat dengan siapa ia berteman, karena sesungguhnya perilakunya tidak akan jauh berbeda dengan temanya”

Ibaratnya ketika kita sering bergaul dengan penjual parfum, maka kita juga akan ikut harum dan jika kita sering bergaul dengan penjual bangkai, maka bau kita pun juga akan berbau busuk juga. Begitu juga tentang pandangan orang lain kepada kita, ketika kita sering bergaul dengan orang yang baik seperti para kiai, maka pandangan orang lain terhadap kita juga akan baik, atau sebaliknya, ketika kita bergaul dengan pencuri, maka orang lain akan memandang buruk terhadap kita.

Adapun pengaruh yang kita dapat ketika berada di lingkungan yang baik, ialah kita dapat sadar betapa tidak pantasnya kita berada di lingkungan tersebut, karena perliaku kita tidak sebaik mereka. Namun dengan kesadaran ini busa kita jadikan motivasi untuk benar-benar menjadi pribadi yang baik, tidak hanya menjadi pribadi baik yang tertolong oleh lingkungan.

Bukan itu saja manfaat yang bisa kita peroleh dengan berada di lingkungan yang baik, melainkan kita juga dapat mengetahui aib-aib kita. Sehingga kita dapat mengetahui kekurangan yang harus kita benahi untuk menjadi pribadi yang berbudi pekerti luhur. Seperti keterangan yang di sampaikan Imam Al-ghazali dalam kitab Ihya’ ulumiddin-nya bahwa salah satu cara untuk mengetahui aib (kekurangan) kita, ialah dengan cara sering bergaul dengan para ulama.

Di sarikan dari kitab Ta’limul Muta’alim dan Ihya’ Ulumiddin

Penulis: M. Rikza Ariska S
Penyunting: Maqdum Alifur Rofiq

Nilai Kami
5/5

Komentar