Ma'had Aly An-Nur II Malang

Jokowi Dan Tanah Air Beta-nya
Bagikan
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

Indonesia Tanah Air Beta
Pusaka Abadi Nan Jaya
Indonesia Sejak Dulu Kala
Selalu Di Puja-Puja Bangsa


Sabtu (3/9) Lagu Tanah Air Beta yang diiringi musik Ukelele menggema di pelataran Bandara Pattimura. Sempat menyisakan guncangan di hati saya. Melihat anak-anak dari Negeri Ambon, Maluku menyanyikan lirik demi lirik dengan nada membuncah ketika melepas kepergian Mbah Jokowi seusai merampungkan rangkaian kunjungan kerjanya di Kepulauan Tanimbar.

Menengok Mbah Jokowi adalah upaya saya menengok sepenggal Indonesia yang sedang dilarung kecemasan, di ikat jeratan, di penuhi teriakan, dan terseok-seok. Dari cuplikan video beberapa detik yang saya tonton itu tampak seorang martir yang begitu tua, kurus mengering, rambut yang diurai angin menerbangkan ketegangan. Mbah Jokowi masih konsisten menghimpun capek dan menenggelamkan segenap kemurungannya.

Senyumnya begitu tulus. Tanah Air Beta telah merasuk ritmis ke relung hatinya. Menenangkan sejenak kekacauannya mengurus negara yang tidak begitu rumit namun kompleksitasnya minta ampun. Melihatnya bernyanyi sama dengan menunda gangguan jiwa yang tersisa beberapa detik lagi menjadi penderitaan yang menjejali tubuhnya.

Tanah Air Beta berhasil mentransfer asupan energi begitu besar baginya. Di momen itulah Mbah Jokowi merenung. Melarung. Mematung. Sejenak Ia bisa bernafas. Mengendorkan urat lehernya. Menyisihkan hawa kumuh covid. Menghirup udara segar dalam-dalam untuk Indonesia yang terlalu panjang dan luas ini.

Biarkan Ia sebentar saja melupakan reputasi Polri, maraknya demo mahasiswa atas harga BBM yang divonis naik, bahan pokok yang bergejolak tak tentu harga, beberapa pasal RKUHP yang tak kunjung selesai dikaji, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sedang menjadi harapan perut-perut lapar rakyatnya, panjangnya infrastruktur yang menyatukan pulau-pulau Nusantara, menguatkan desentralisasi fiskal untuk pemerataan kesejahteran antar rakyatnya, mereformasi penganggaran (zero-based budgeting) untuk mendorong agar belanja negara lebih efisien, politik buru-buru yang menjadi hantu.

Bernyanyilah. Bernyanyilah. Bernyanyilah. Lepaskan keresahanmu. Lemparlah perih-perih di hatimu. Keraskan. Menepuklah tangan. Tepuklah harapanmu. Tepuklah visi-misimu. Tepuklah usia senjamu. Terbangkan kegagahan Indonesiamu. Gumpalkan seluruh air mata dan isak-isak tangis yang tak terdengar rakyatmu. Rapalkan doa. Berdoalah. Semoga Indonesia Masih tanah Air Beta

Getting institutions right and getting intervention right. Salam Tanah Air Beta. Mari membuang duka.

Penulis: Mohammad Iqbal Imami

Penyunting: Muhammad Abror S

Nilai Kami
5/5

Komentar