Ma'had Aly An-Nur II Malang

The Legend of King (Sulaiman Al-Qauni)
Bagikan
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

The King Sulaiman atau Sultan Sulaiman, orang-orang barat mengenalnya dengan Suleiman the Magnificent (Sulaiman Agung). Beliau merupakan sultan terbesar dalam sejarah umat Islam, beliau merupakan tokoh paling penting Eropa pada abad ke-16 M. Dengan memimpin kerajaan Turki Utsmani menaklukan Belgrade, Rhodes, dan sebagian besar Hongaria sebelum di pukul mundur dalam pengepungan Wina tahun 1529. Dalam upaya untuk memperkuat Turki Utsmani, beliau melancarkan reformasi legislatif yang berhubungan dengan masyarakat, pendidikan, perpajakan, dan hukum kriminal. Bersama dengan Mufti Agung Abus Su’ud Efendi, juga menyusun Qanun (hukum dan tata perundangan) yang didasarkan pada syariat Islam. Qanun tersebut mampu memperbaiki bentuk kekaisaran selama berabad-abad setelah kematianya. Setelah penyusunan qanun dan pelaksanaanya yang konsisten dan adil, pada akhirnya beliau mendapatkan gelar Al-Qauni.

Sultan Sulaiman dilahirkan pada tahun 900 H bertepatan dengan 1495 M di Trobzon, sebuah kota yang saat ini terletak di wilayah tenggara Republik Turki. Pada saat beliau dilahirkan, Sultan Salim 1 masih menjabat amir daerah Torbzon dan ibunya yang bernama Hafshah. Pada usianya tujuh tahun, Sultan Salim 1 mengirim beliau untuk belajar sains, sejarah, sastra, teologi dan taktik militer di sekolah Istana Topkapi di Konstantinopel sebagai bentuk perhatian yang sangat besar kepadanya. Sebagai seorang pemuda, beliau berteman dengan Ibrahim, seorang budak yang di kemudian hari akan menjadi penasihatnya yang paling beliau percaya.

Di usianya yang ke 17 tahun, beliau di kader menjadi seorang pemimpin dengan ditunjuk menjadi gubernur pada beberapa kota di wilayah Anotalia. Pertama beliau ditunjuk menjadi gubernur di Kaffa (Theodosia), kemudian ditunjuk menjadi gubernur di Edirne sebentar, setelah itu menjabat gubernur Sarukhan (Manisa).

Seiring berjalannya waktu beliau di angkat menggantikan ayahandanya, Sultan Sulaiman mengembangkan wilayah kekuasaan dengan melalui serangkaian penaklukan. Awal langkahnya adalah menekan pemberontakan yang dilakukan oleh gubernur Damaskus pada masa 1521 M. Setelah itu, Sultan Sulaiman melakukan penyerangan ke wilayah Belgrade yang dikuasai oleh sebuah kerajaan Hongaria. Penyerangan itu sangat menusuk untuk menaklukan kerajaan Hongaria sejak kejatuhan Serbia, Bulgaria, Albania dan kekaisaran Romawi Timur yang pada saat itu menjadi penghalang kerajaan Turki Utsmani menaklukan Eropa. Dan pada bulan Agustus 1521, The King berhasil menakalukkan Begrade sepenuhnya jatuh ke tangannya.

Selanjutnya Sultan Sulaiman berhasil menguasai kepulauan Rhodes di Mediterania Timur pada musim panas 1522. Beliau juga telah berhasil menaklukan Louis II dari Hongaria (1506-1526). Kemudian mulai masuk ke jantung Eropa dan mengepung Wina pada tahun 1529 dan 1532. Namun dengan 16.000 tentara yang menjaga Ausralia berhasil mempertahankan  Wina dan kedua kekalahan ini terjadi akibat buruknya cuaca (yang memaksa mereka meninggalkan peralatan-peralatan penting) dan terlalu panjangnya rantai persediaan. Kemudian beliau memaksa tegas kekalahannya penguasa Hongaria, Ferdinand dan saudaranya Karl V dan menandatangani perjanjian yang memalukan di hadapan Sultan Sulaiman. Seiring berjalannya waktu beliau terus masuk ke dalam ruang lingkup Eropa dan meresahkan banyak penguasa serta rakyat Eropa.

Dan pada tahun 1564, beliau menerima permintaan bantuan dari kesultanan Aceh yang pada saat itu berhadapan dengan bangsa Portugis, maka ekspedisi Turki Utsmani ke Aceh diluncurkan dan berhasil memberi dukungan terhadap militer kerajaan Islam Aceh.

 Wafat Sang King di Medan Tempur

Sultan Sulaiman wafat pada usia 74 tahun bertepatan 20 Shafar 974 H/5 September 1566 M di tengah-tengah keberhasilan pasukannya setelah menaklukan kota Szigetvar. Hari wafatnya beliau merupakan duka cita bagi umat Islam, namun hari itu merupakan hari kegembiraan seluruh orang-orang Kristen Eropa, kegembiraanya melebihi kegembiraan mereka atas wafatnya Sultan Muhammad Al-Fatih.

Disarikan dari : Sejarah Kesultanan Turki, Sidogiri

Penulis: Jaiz Kholiq

Penyunting: Syachrizal Nur R.S

Nilai Kami
5/5

Komentar