Ma'had Aly An-Nur II Malang

Setan dan Pintu-Pintunya
Bagikan
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

            Sebagai hamba, manusia dituntut untuk menaati perintah sang pencipta dan menjauhi larangan-larangannya, agar selalu mendapat rida-Nya baik di dunia maupun di akhirat. Dalam perjalanan menggapai keridaan ini, banyak rintangan yang selalu siap menghadang, baik rintangan dari diri manusia itu sendiri atau dari luar. Salah satunya adalah setan.

Setan adalah musuh sejati manusia dan selalu siap merintangi jalan manusia menuju kebenaran dengan segala cara dan dari berbagai arah. Allah telah memperingatkan manusia akan hal ini dalam firmannya:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِدُوْهْ عَدُوًّا(فاطر: 6)

“Sungguh, setan adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuhmu”

Setan sejak awal penciptaan manusia sudah berikrar untuk menjauhkan manusia dari rida tuhan dan akan menjerumuskannya pada kesesatan.

            Salah satu cara setan yang paling ampuh untuk mewujudkan tujuannya adalah dengan masuk ke hati manusia dan membisikkan hal-hal yang dapat menjerumuskan manusia pada kesesatan. Hujjah Al-Islam Imam Ghozali dalam Ihya’nya mengumpamakan hati manusia dengan benteng dan setan adalah musuh yang ingin masuk kebenteng tersebut untuk memiliki dan menguasainya. Untuk mempertahankan benteng hati kita dari gempuran setan, kita harus menjaga dan menutup rapat-rapat pintu-pintu yang dapat digunakan setan untuk menyusup dan menguasai hati kita. Oleh karena itu Imam Ghozali memberitahukan kepada kita pintu-pintu setan yang harus kita jaga. Pintu-pintu tersebut adalah:

  1. Marah
  2. Syahwat
  3. Hasud
  4. Kenyang
  5. Suka menghias diri, pakaian dan tempat tinggal yang berlebihan
  6. Tamak
  7. Tergesa-gesa dalam mengerjakan segala hal
  8. Harta benda
  9. Pelit dan takut fakir

Masing-masing pintu ini akan dijelaskan dalam pembahasan terpisah.

Penulis: Maqdum Alifurrofik

Penyunting: Abror

Nilai Kami
5/5

Komentar