Ma'had Aly An-Nur II Malang

Perbedaan Antara Mani, Madhi, Dan Wadhi
Bagikan
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

Bagi umat islam menjaga kebersihan merupakan salah satu kegiatan yang harus terus menerus dibudayakan. Salah satu kegiatan kebersihan yang sudah membudaya bagi umat muslim adalah mandi. Mandi sendiri, menurut mereka ada berbagai macam, yakni mulai dari jenis mandi yang hukumnya mubah, sunah, hingga mandi yang hukumnya wajib. Masing-masing dari ketiga mandi tersebut memiliki sebab dan tatacara tersendiri. Salah satu sebab diwajibkannya mandi adalah keluarnya mani.

Istilah mani sudah tidak asing lagi di kalangan umat islam. Bahkan orang-orang awam dari mereka pun juga mengetahui apa itu mani, kapan mani biasanya keluar, dan juga apa yang harus dilakukan seusai keluarnya mani. Akan tetapi, banyak dari mereka yang tidak mengetahui istilah madhi dan wadhi. Bahkan tidak jarang bagi mereka yang belum pernah mendengarkan istilah madhi dan wadhi sama sekali. Tema kami kali ini adalah membahas perbedaan antara mani, madhi, dan wadhi besertaan apa yang harus dilakukan seusai mengalami salah satu dari ketiganya. Yang mana ketiganya sama-sama merupakan sesuatu yang keluar dari qubul (kelamin) baik laki-laki ataupun perempuan.

Mani merupakan cairan berwarna putih yang keluar dari qubul (kelamin) nya laki-laki ataupun perempuan besertaan dengan adanya syahwat yang kuat. Dalam kitab fathul mu’in karangan Imam Zainuddin Al-Malibari dijelaskan bahwasannya mani dapat diketahui dengan salah satu dari tiga ciri-ciri yang ia miliki. Pertama, merasakan kenikmatan tersendiri saat mani tersebut keluar dari qubulnya. Kedua, keluarnya mani tersebut dalam keadaan muncrat. Ketiga, memiliki bau yang menyerupai baunya adonan roti saat masih basah, dan menyerupai baunya bagian putih telur saat sudah kering.

Kewajiban bagi seseorang setelah mengalami keluarnya mani adalah mandi. Karena, keluarnya mani merupakan salah satu sebab seseorang memiliki hadas besar. Yang mana, hadas besar bisa menyebabkan seseorang tercegah untuk melakukan suatu ibadah. Jadi, mandi wajib bagi umat islam merupakan salah satu ritual agar mereka diperbolehkan untuk melakukan suatu ibadah.

Dalam kitab fathul mu’in juga dijelaskan, bahwa madhi merupakan cairan tipis berwarna putih ataupun kuning yang biasanya keluar saat timbulnya syahwat yang lemah. Sedangkan wadhi merupakan cairan keruh berwarna putih dan memiliki sifat yang hangat. Biasanya wadhi keluar seusai seseorang buang air kecil ataupun saat membawa benda yang berat.

Keluarnya madhi dan wadhi menyebabkan seseorang memiliki hadas kecil. Seperti halnya hadas besar, hadas kecil juga bisa menyebabkan seseorang tercegah untuk melakukan suatu ibadah. Yang mana, hadas kecil bisa dihilangkan dengan cara berwudhu. Tak hanya itu, madhi dan wadhi merupakan salah satu dari beberapa macam najis, maka wajib kiranya bagi seseorang untuk membasuh pakaiannya yang terkena madhi ataupun wadhi.

Penulis: Dicky Feryansyah

Penyunting: Vicky Shahrul

Nilai Kami
5/5

Komentar