Ma'had Aly An-Nur II Malang

Ketakwaan Pada Diri Seorang Santri
Bagikan
Facebook
Telegram
WhatsApp
Twitter

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ – ٩٦

Dan seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Al-A’raf : 96)

Menumbuhkan cinta kepada Allah SWT.

Sejarah akan terus berulang dan akan terjadi lagi nanti dikemudian hari meski tidak lagi sama dengan yang dahulu. Orang kafir di zaman dulu akan diazab oleh Allah tatkala mereka berbuat kufur, baik kufur nikmat maupun kufur akan risalah yang dibawa oleh utusan-Nya. Pada intinya mereka tidak beriman dan bertaqwa kepada Allah, bahkan mereka berbuat sewenang-wenangnya dan mendustakan apa yang dibawa oleh utusan, yang dikemudian hari Allah akan memberikan azab kepada mereka dengan berbagai macam bentuk.

Kita sebagai seorang santri khusunya, seyogyanya selalu belajar bagaimana  menjadi seorang santri yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Belajar mensyukuri  segala nikmat yang diberikan, semisal nikmat pintar,  cerdas dan lain sebagainya. Karena semua itu sejatinya adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada kita dan kita harus mensyukurinya.

Dalam bekerja pun juga begitu. Kita harus bersyukur dengan pekerjaan yang  kita miliki. Pekerjaan hanyalah suatu wasilah atau perantara, sedangkan kekayaan atau yang lain itu sudah ditentukan oleh Allah. Ketika kita bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki, maka Allah akan terus-menerus memberikan anugerahnnya kepada kita. Menjadi seorang santri juga harus pintar-pintar bersyukur, karena dengan bersyukur Allah akan menambah anugerah yang diberikan kepada kita sehingga bisa menjadi seorang santri yang mendapat nikmat dari Allah semisal kekayaan dan bisa bemanfaat kepada orang lain disekitar kita.

Memiliki keinginan untuk kaya memang boleh, bahkan wajib. Dengan catatan kekayaan tersebut diniati pada perkara yang baik, semisal membantu saudara sekitar dan lainya. Tatkala kamu membantu saudaramu, maka disitu Allah akan membantumu. Taat kepada Allah juga harus ditanamkan pada diri kita, sehingga Allah akan mencintai kita . Dengan kecintaan Allah kepada kita, bagaimanapun masalah yang melanda kita, Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki yang datang secara tidak terduga-duga.

Pengajian Tafsir Jalalain Bersama Dr. KH. Fathul Bari, S.S, M.Ag

16 Agustus 2021

Penulis: Vicky

Penyunting: Abror

Nilai Kami
5/5

Komentar